Penjualan Mobil BYD Positif Di Tengah Lesunya Industri

Penjualan Mobil BYD Positif Di Tengah Lesunya Industri otomotif nasional sepanjang Mei 2025 menunjukkan tren yang kurang menggembirakan. Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales (pabrik ke dealer) hanya mencapai 60.613 unit, turun 15,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan juga tercermin pada penjualan ritel (dealer ke konsumen) yang mencapai 61.339 unit, juga turun 15,1% secara tahunan. Hal ini membuat sejumlah produsen otomotif harus mengencangkan sabuk dan merevisi target penjualan.
Namun, di tengah kondisi ini, penjualan mobil BYD terap laris meski otomotif sedang lesu, membuktikan bahwa pasar kendaraan listrik (EV) masih menyimpan peluang besar di Indonesia.
Baca Juga : BYD Hadirkan Charger Super Cepat: 400 Km Hanya 5 Menit!
Penjualan Mobil BYD Meningkat Saat Merek Lain Turun
Meski kondisi pasar menantang, BYD berhasil menjual 2.799 unit mobil listrik pada Mei 2025. Angka ini membawa BYD mengungguli pesaing dari sesama produsen Tiongkok seperti Chery (1.993 unit) dan Wuling (1.566 unit).
Secara kumulatif, selama Januari hingga Mei 2025, penjualan mobil BYD telah mencapai 5.718 unit secara wholesales, menjadikannya salah satu dari 10 merek mobil terlaris di Indonesia.
Mengapa Penjualan Mobil BYD Tetap Stabil?
BYD mampu menjaga pertumbuhan karena memiliki kombinasi kekuatan yang mendukung loyalitas dan minat konsumen. Beberapa faktor utama antara lain:
Produk Inovatif dan Variatif
BYD menghadirkan beragam model untuk berbagai segmen, mulai dari Dolphin untuk pemula, hingga Sealion dan Denza untuk segmen premium.
Efisiensi Biaya Operasional
Mobil listrik BYD dikenal hemat biaya operasional dibanding mobil konvensional. Ini menjadi pertimbangan utama di tengah melemahnya daya beli konsumen.
Komitmen terhadap Lingkungan
Kendaraan listrik BYD menjadi solusi nyata untuk mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan tren global.
Harga Mobil Listrik BYD Juni 2025
Meskipun beberapa model mengalami kenaikan harga sejak April, harga mobil listrik BYD pada Juni 2025 masih kompetitif di pasaran. Berikut adalah daftar harga terbarunya:
Model Mobil Listrik BYD | Harga (Rp) |
---|---|
Dolphin Dynamics | 369 juta |
Dolphin Superior | 429 juta |
Atto 3 Advanced | 470 juta |
Atto 3 Superior | 520 juta |
M6 Standard | 383 juta |
M6 Superior 7-seater | 423 juta |
M6 Superior Captain Seat | 433 juta |
Seal Premium | 635 juta |
Seal Performance AWD | 726 juta |
Sealion Premium | 629 juta |
Sealion Performance | 719 juta |
Denza D9 | 950 juta |
Penjualan Mobil BYD Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Ketika banyak merek mobil lain mengalami penurunan drastis, kepercayaan konsumen terhadap merek BYD justru terus meningkat. Hal ini menegaskan bahwa kendaraan listrik bukan lagi sekadar alternatif, tapi telah menjadi pilihan utama konsumen modern.
Kehadiran dealer resmi seperti BYD Jakarta pun membantu dalam memberikan pelayanan purna jual yang profesional dan dapat diandalkan.
Baca Juga : BYD Sealion 05 EV Resmi Diluncurkan di Negara Asalnya
BYD Menjadi Simbol Harapan Baru Otomotif Nasional
Dengan pencapaian positifnya, BYD telah membuktikan diri sebagai pemain utama dalam industri otomotif masa depan. Tak hanya dari sisi volume penjualan, tetapi juga dari nilai tambah yang ditawarkan kepada konsumen: efisiensi, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan.
Ingin Punya Mobil Listrik Andal dan Canggih?
Kini saatnya beralih ke teknologi ramah lingkungan dengan BYD! Hubungi BYD Serpong sekarang untuk informasi promo, simulasi cicilan, hingga jadwal test drive. Jadilah bagian dari masa depan mobilitas bersama BYD!